Cari Blog Ini

Senin, 17 April 2017

GURU PEMBELAJAR HARAPAN MASA DEPAN
Oleh : Suyandi Saputra
Guru SDN 14 Sungai Aur Kabupaten Pasbar 
Dalam UUD 1945, salah tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam rangka mewujudkan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa dan visi Kemdikbud 2025 untuk “menghasilkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif (Insan Kamil/Insan Paripurna),” tema pembangunan pendidikan nasional 2015-2019 difokuskan pada daya saing regional pendidikan dan kebudayaan. Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Renstra Kemdikbud) 2015-2019 menjabarkan bahwa sejalan dengan fokus tersebut, visi Kemdikbud 2019 adalah “Terbentuknya Insan serta Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan yang Berkarakter dengan Berlandaskan Gotong Royong”. Untuk mencapai visi Kemdikbud 2019, misi Kemdikbud 2015-2019 dikemas dalam Misi: Mewujudkan Pelaku Pendidikan dan Kebudayaan yang Kuat (M1); Mewujudkan Akses yang Meluas, Merata, dan Berkeadilan (M2); Mewujudkan Pembelajaran yang Bermutu (M3); Mewujudkan Pelestarian Kebudayaan dan Pengembangan Bahasa (M4); dan Mewujudkan Penguatan Tata Kelola serta Peningkatan EfektivitasBirokrasi dan Pelibatan Publik (M5).
Guru sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam pencapaian visi kemendikbud 2015-2019. Oleh karena itu, profesi guru harus terus dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat.Konsekuensi dari jabatan guru sebagai profesi diperlukan sistem pembinaan dan pengembangan keprofesian guru yang berkelanjutan guna mendukung peran guru sebagai guru pembelajar.Salah satu upaya pemerintah khususnya Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) untuk mendukung guru sebagai Guru Pembelajar adalah mengembangkan sistem “Guru Pembelajar Moda Tatap Muka dan Moda Daring” yang berkualitas baik untuk guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan lainnya.
Guru sebagai pendidik pada jenjang satuan pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan peserta didik sehingga menjadi determinan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Pentingnya peranan guru dalam pendidikan diamanatkan dalam Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mengamanatkan adanya pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagai aktualisasi dari profesi pendidik. 
Untuk merealisasikan amanah undang-undang sebagaimana dimaksud, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar bagi semua guru, baik yang sudah bersertifikat maupun belum bersertifikat.
Untuk melaksanakan program tersebut, pemetaan kompetensi telah dilakukan melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) di seluruh Indonesia sehingga dapat diketahui kondisi objektif guru saat ini dan kebutuhan peningkatan kompetensinya. Data  guru peserta UKG tahun 2015 dengan total 2.699.516.
Hasil UKG pada tahun 2015 menunjukkan nilai rata-rata nasional yang dicapai adalah 56,69, meningkat dibandingkan nilai rata-rata nasional dari tahun-tahun sebelumnya yaitu 47, dan sudah melampui target capaian nilai rata-rata nasional tahun 2015 yang ditetapkan dalam renstra Kemdikbud yaitu sebesar 55. Walaupun demikian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) berusaha lebih keras agar dapat mengejar target yang ditetapkan pada tahun 2016 yaitu 65. Untuk itu Ditjen GTK mengembangkan program berdasarkan hasil UKG 2015 yang disebut dengan Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar
Guru pembelajar adalah guru yang ideal yang terus belajar dan mengembangkan (upgrade) diri di setiap saat dan di manapun. Guru terus belajar dan mengembangkan diri bukan untuk pemerintah atau kepala sekolah, tapi memang sejatinya setiap pendidik atau guru adalah pembelajar. Hanya dari guru yang terus belajar dan berkarya akan muncul generasi pembelajar sepanjang hayat yang terus menerus berkontribusi pada masyarakat dan lingkungannya. Guru pembelajar adalah guru yang senantiasa terus belajar selama dia mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Oleh karena itu, ketika seorang guru memutuskan untuk berhenti atau tidak mau belajar maka pada saat itu dia berhenti menjadi guru atau pendidik.
Guru merupakan role model atau contoh bagi para peserta didik sehingga tampilan awal guru sangat berpengaruh terhadap kelanjutan pembelajaran para peserta didik. Guru dapat menyajikan proses pembelajaran yang menarik, memberi motivasi, dan menginspirasi dari pengetahuan dan pengalaman guru yang senantiasa diperbaharui dengan berbagai masukan positif yang didapat dari berbagai sumber belajar.
Pengetahuan dan pengalaman dapat diperoleh dari buku-buku, televisi, dunia maya/internet, kegiatan seminar pendidikan, serta pendidikan dan  pelatihan. Dalam proses belajarnya, guru menghasilkan karya dan inovasi yang mencerahkan untuk diaplikasikan dalam proses pembelajaran di kelas sehingga menumbuhkan semua potensi peserta didik dan mereka bukan sekadar bisa meraih, tetapi bisa melampaui cita-citanya. Guru bukan hanya seorang pengajar tetapi lebih dari itu guru merupakan pendidik. Sebagai pendidik guru harus memiliki berbagai kemampuan sebagai kompetensi yang harus dimiliki sebagai pendidik yang profesional. Ada beberapa alasan mengapa seorang guru harus terus belajar selama dia berprofesi sebagai pendidik, sebagai berikut.
Pertama, Profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalitas memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.
Kedua Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni menuntut guru untuk harus belajar beradaptasi dengan hal-hal baru yang berlaku saat ini. Dalam kondisi ini, seorang guru dituntut untuk bisa beradaptasi dengan berbagai perubahan yang baru. Adapun kemampuan tersebut bisa diperoleh melalui pelatihan, seminar maupun melalui studi kepustakaan.
Ketiga Karakter peserta didik yang senantiasa berbeda dari generasi ke generasi menjadi tantangan tersendiri bagi seorang guru. Metode pembelajaran yang digunakan pada peserta didik generasi terdahulu akan sulit diterapkan pada peserta didik generasi sekarang. Oleh karena itu, cara ataupun metode pembelajaran yang digunakan guru harus disesuaikan dengan kondisi peserta didik saat ini.
Berdasarkan alasan tersebut di atas, guru pembelajar harus terus belajar, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan dapat menginspirasi peserta didik menjadi subjek pembelajar mandiri yang bertanggungjawab, kreatif, dan inovatif. Dengan adanya guru pembelajar diharapkan setiap guru akan selalu termotivasi untuk selalu belajar guna meingkatkan kompetensinya sehinga dapat mengajar dan mendidik generasi penerus bangsa sebagai harapan masa depan kita semua, semoga.


MENJADI GURU IBARAT MENJADI RATU KECNTIKAN

Oleh: Suyandi Saputra
Guru SD Negeri 14 Sungai Aur –Pasbar   

Dalam peraturan menteri pendidikan nasional nomor 35 tahun 2010 tanggal 1 desember 2010 petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya menyebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Satori Dsatori (2008) menjelaskan bahwa profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (ekpertise) dari para anggotanya. Artinya, tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak sisiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu.  Misalnya untuk mengoperasi penyakit  seorang yang menderita kanker, dibutuhan seorang spesialis bedah yang memiliki kemampuan yang diperoleh dari pendidikan khusus untuk itu. Beggitu juga seroang guru, di harus seorang yang terlatih dan terdidik serta dipersiapkan untuk melakukan tugas nya sebagai guru. Guru itu untuk di contoh dan ditiru. Guru juga diibaratkan seorang artis dan ratu kecantikan.     
Menjadi ratu kecantikan tidak semudah yang dibayangkan ada beberapa syarat yang harus dimiliki, selain cantik, menarik juga harus pintar, cerdas dan memiliki pengetahuan serta wawasan yang luas. Begitu pula menjadi seorang guru ada beberapa syarat yang harus dimiliki seperti halnya menjadi ratu kecantikan, sebagaimana Permadi (2010:135) mengatakan, memilih guru ibarat memilih seorang ratu kecantikan. Menurut beliau seorang guru harus memiliki empat syarat seperti halnya syarat yang diperlukan untuk menjadi Miss World atau Miss Universe, yaitu Brain, beauty, body, dan behaviour.  
Brain (otak), berarti guru harus cerdas, pintar, berwawasan luas, dan menguasai berbagai hal. Guru harus memiliki multiple intelligence atau kecerdasan majemuk, di antaranya :1) Kecerdasan verbal, seorang guru harus mampu menjadi seorang yang pandai berbicara dan berkomunikasi dengan siswa serta orang lain. Guru harus mampu menjelaskan berbagai hal, terutama menyangkut materi ajar sehingga peserta didik cepat mengerti apa yang diajarkannya. Dalam hal ini guru harus menjadi seorang good speaker (pembicara yang baik) untuk itu guru perlu menambah wawasan dengan banyak membaca, mengikuti seminar, berdiskusi dan meningkatkan ilmu pengetahuan dengan belajar atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bukankah pepatah mengatakan” Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan”. 2) Kecerdasan interpersonal, seorang guru harus mampu untuk tampil komunikatif, baik dalam pertemuan-pertemuan berskala kecil seperti diskusi-diskusi maupun dalam pertemuan yang lebih besar. Guru harus banyak bergaul dengan orang-orang yang baik sehingga akan berguna dalam menambah jaringan sosial dan pergaulan. Bagi guru sekolah dasar, hal ini dapat dilatih dan dibiasakan dalam kegiatan KKG (Kelompok Kerja Guru). Dalam kegiatan tersebut guru harus berani tampil dalam mengemukakan masalah-masalah yang dihadapi serta solusinya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, pengajar, pelatih, pembimbing dan penilai. 3) Kecerdasan kinestetik, seorang guru perlu memiliki keterampilan berolah raga dan menari. Gerak tubuh yang berkaitan dengan seni dan manari akan menarik untuk ditonton dan dilihat. 4) Kecerdasan spasial, seorang guru harus pandai dalam menata ruang, dalam hal ini ruangan kelas. Ciptakan ruangan kelas yang nyaman dan tidak membosankan, hiasilah dengan benda-benda atau lukisan yang berhubungan dengan materi ajar, sehingga menambah semangat peserta didik dalam belajar. 4) Kecerdasan Naturalis, Seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam ruangan kelas saja, tetapi juga dapat dilakukan di luar kelas dengan tujuan untuk mendorong siswa mencinta alam, misalnya, mengadakan karya wisata ke alam terbuka dengan perencanaan yang matang dan tentunya dibimbing oleh guru. 5) Kecerdasan Musikal, seorang guru perlu memiliki kepandaian dalam bernyanyi dan bermusik, terutama bagi guru SD sebagai guru borongan harus pandai bernyanyi dan mengajar bagaimana bernyanyi dengan baik dan benar. Untuk itu guru harus mencintai seni musik dan mau belajar untuk bisa, bukan asal bermain musik dan bernyanyi. 6) Kecerdasan Matematis, seorang guru harus memiliki kecerdasan dalam menghitung, sehingga guru bisa mengajar matematika yang baik dan benar. 8) Kecerdasan Intrapersonal, seorang guru harus memiliki kecerdasan dalam menata diri, dalam arti guru harus mampu bekerja sendiri dan mempelajari kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri. Jadikan kekurangan untuk memperbaiki diri dan jadikan kelebihan untuk mengembangkan diri dan membantu orang lain. 9) Kecerdasan Emosional, seorang guru harus pandai menata emosi diri dan dapat mengembangkan empati pada orang lain. Kecerdasan Spiritual, seorang guru harus mempunyai kecerdasan ini untuk lebih percaya diri, terutama dalam mengahadapi kesulitan atau permasalahan yang kompleks, sehingga guru tidak akan mengalami prustasi atau stres.
Beauty ( kecantikan), kita tidak menyangkal kalau kita menyukai orang yang tampil cantik dan tampan, begitu pula peserta didik mereka akan suka dan senang pada guru yang tampil cantik atau tampan. Guru harus pandai memilih dan mengenakan busana yang tepat, walau tidak baru minimal rapih dan bersih. Bagi guru perempuan dalam berdandan dan berhias diri hendaknya tidak terlalu berlebihan, karena yang terpenting bukanlah kecantikan dari luar tetapi kecantikan dari dalam atau inner beauty yang tercermin dalam sikap yang sopan santun, ramah tamah, lemah lembut dan penuh perhatian, hal tersebut dapat menutupi kekurangan guru dalam hal kecantikan.
Body (badan), seorang guru perlu memperhatikan penampilan fisiknya, karena peserta didik sekarang sangat kritis dalam melihat gurunya. Guru harus pandai merawat badan sehingga badanya tidak over weigh (terlalu gemuk) dan tidak terlalu kurus seperti kekurangan gizi. Guru harus tampil segar dan sehat, untuk itu perlu berolah raga, menjaga pola makan dan menjaga kebugaran sehingga selalu fit tidak loyo, kurang bergairah dan sakit-sakitan.
Behavior (perilaku), guru hendaknya bertingkah dengan wajar tidak over acting, karena tingkah laku guru yang kurang tepat bisa menjadi cemoohan peserta didik. Seorang guru harus berperilaku yang baik, karena akan menjadi contoh bagi peserta didik. Penampilan guru dalam mengajar perlu dipelajari, untuk itu guru perlu belajar Body Language, yaitu gerakan dan isyarat badan dalam merspons sesuatu. Dalam mengajar guru tidak hanya duduk terpaku di kursi, tetapi guru harus mampu melakukan gerakan seperti berdiri dan berjalan ke arah yang tepat, supaya tidak membosankan peserta didik dalam proses pembelajaran. Guru yang lincah mengisyaratkan bahwa ia energik, penuh gaya dan mempesona, sehingga dapat menumbuhkan gairah dan semangat peserta didik dalam belajar.

Untuk menjadi ratu di kelasnya seorang guru jangan cepat puas dengan apa yang sudah dimilikinya. Guru harus terus belajar dan mengasah ketermapilannya. Guru harus terus menerus belajar dan mengembangkan diri di setiap saat dan dimanapun. Ketika seorang guru memutuskan untuk berhenti atau tidak mau belajar, maka pada saat itu dia berhenti menjadi guru atau pendidik dan kan gagal menjadi serong ratu.  

Minggu, 20 Maret 2016

KOMPETENSI GURU

KOMPETENSI SOSIAL GURU
Oleh : Suyandi Saputra, S.Pd.SD
Guru SDN 14 Sungai Aur

Manusia merupakan makhluk sosial (zoon poplitician) menurut Aristoteles adalah makhluk sosial yang senantiasa ingin hidup berkelompok. Pendapat senada menyatakan bahwa manusia adalah homo politicus.
Guru sebagai bagian dari masyarakat merupakan salah satu pribadi yang mendapatkan perhatian khusus di masyarakat.  Peranan dan segala tingkah lakunya yang dilakukan guru senantiasa dipantaun oleh masyrakat. Oleh karena itu, diperlukan sejumlah kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru dalam berinteraksi dengan lingkungan masyarakat di tempat tinggal.
Misi yang diemban guru adalah misi kemanusiaan. Mengajar dan mendidik adalah misi kemanusiaan. Guru harus mempunyai kompetensi sosial karena  guru adalah penceramah Jaman (Langeveld 1955), lebih tajam lagi ditulis oleh Ir. Soekarno dalam tulisan “Guru dalam masa pembnagunan” menyebutkan pentuingnya Guru dalam masa pembangunan adalah menjadi masyarakat. Oleh karena itu, tugas guru adalah pelayan manusia.
Berdasarkan Undang – Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada pasal 10 ayat (1) menyatakan nahwa kompetensi guru sebagaimana dimasksud pada pasal 8 meliputi komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, komppetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peseta didik, tenaga kependiidkan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Kompetensi soaial guru merupakan kemampuan guru untuk memahami dirinya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat dan mampu mengembangkan tugas sebagai anggota masyarakat dan warga negara.
Lebih dalam lagi kemampuan sosial ini mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja adan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebegai guru.
Achmad Sanusi (1991) mengungkapkan kompetensi sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada kemampuan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru.
Menurut D. T Amijaya (1984) kompetensi kemasyarakan atau kompetensi sosial seorang guru, sudah barang tentu berkaitan dengan kompetensi  profesionalnya. Ia terwujud dalam bentuk partisipasi sosial seoerang guru dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat di mana ia berada, baik secara formal maupun informal
Jenis-jenis kompetensi sosial yang harus dimiliki guru adalah sebgai berikut, pertama teramapil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua peserta didik. Ada kisah yang memalukan yang mencoreng dunia pendidkan, seorang guru di tinju oleh seorang paman Wali Murid sampai pingsan (Singgalang, kamis, 7 Mei 2015). Setelah diselidiki kejadian tersebut di sebabkan oleh salah komunikasi (miss understanding).
Seorang guru harus termapil berkomunikasi dan memilih kata yang tepat dalam menyampaikan setiap permasalahan yang dihadapi. Keterampilan tersebut harus dipakai setiap berkomunikasi baik dengan masyarakat apalagi dengan peserta didik. Karena apa yang disampaikan oleh guru akan siserap oleh murid, dan murid cendrung membenarkan apa yang di katakan oleh gurunya. Ketika guru mengucapkan kata-kata kotor, keras dan bernada mencaci akan memengaruhi peserta didik. Anak didik akan meniru dan mencotoh apa yang diucapka oleh guru.
Keterampilan berkomunikasi dengan orang tua, baik melalui bahasa lisan maupun tertulis, sangat diperlukan agar orang tua peserta didik dapat memahami bahan yang disampikan oleh guru, dan lebih dari itu agar guru dapat menjadi teladan bagi siswa dan masyarakat dalam menggunakan bahasa secara baik dab benar. Guru dalam hal ini menciptakan suasana kehidupan  sekolah sehingga peserta didik senang berada dan belajar disekolah
Kedua bersikap simpatik. Mengingat peserta didik dan orangtuanya berasal dari latar belakang pendidkan dan sosila ekonomi keluarga yang berbeda, guru di tuntut untuk mampu mengahadapi secara individual dan ramah. Ia diharapkan mampu menghayati perasaan peserta didik dan orang tua yang dihadapinya sehingga mampu berhubungan dengan mereka secara luas. mereka selalu siap memberikan bantuan kepada guru secara individual dengan kondisi sosial psikologis guru dan sesuai pula dengan latar belakang sosila ekonomi dan pendiidkannya.
Ketiga, dapat bekerja sama dengan dewan pendidikan/komite sekolah. Guru harus dapat menampilkankan dirinya sedemikian rupa, sehingga kehadirannya diterima masyarakat. Dengan cara demikian dia akan mampu bekerja sama dengan Dewan Pendidikan/Komite Sekolah  baik di dalam maupun di luar kelas. Untuk itu guru harus memahami kaedah-kaedah psikologis yang melandasi prlilaku manusia, teruatama berkaitan dengan hubungan antarmanusia.
Sebagai iluistrasi, guru yang ada disekolah harus mengetahui karakteristik lingkungan sosial budaya masyarakat ditempat guru bekerja dan ditempat tinggalnya sehingga adaptasi yang dilakukan akan lebih diterima oleh masyarakat. Apalagi berkaitan dengan program sekolah yang secara tidak langsung memerlukan dukungan dari pihak orang  tua dalam hal ini lembaga Dewan Pendidikan/Komite Sekolah yang merupakan wakil orang tua peserta didik dam masyarakat (stakeholder)
Keempat pandai bergaul dengan kawan sekerja dan mitra pendidikan. Menjaga hubungan baik dengan sesama kawan sekerja adalah hal yang mutlak. Sekolah merupakan sebuah organisasi. Sebuah organisasi akan maju jika semua orang yang ada di dalamnya dapat menjalankan tugasnya dengan baik (team work). Kebersamaan dan kekompakan merupakan kunci suksenya sebuah organisasi, begitu juga sekolah.
Guru diharapkan dapat menjadi tempat mengadu oleh sesama kawan sekerja dan orang tua peserta didik, dapat diajak berbicara mengenai berbagai kesulitan yang dihadapi guru lain atau orang tua berkenaan dengan anaknya, baik di bidang akademis ataupun sosial.
Sebagai ilustrasi kehidupan disekolah merupakan gambaran kehidupan di masyaraakat yang .penuh dinamika. Oleh karena itu, guru-guru dan murid-murid yang ada di dalamnya memiliki sifat yang berbeda, ada yang pendiam, pemalu, pemarah, penakut, agresif dan sebagainya. Untuk itu guru-guru harus mampu menjalin hubungan yang harmonis di anatara mereka sendiri dan tidak segan untuk saling berbagi pengalaman sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh dalam membina pendidkan di sekolah.
Apabila diantara sesama guru ada masalah, maka harus diselesaikan dengan baik, jangan sampai terdengar sama anak didik, karena akan dapat mempengaruhi sikap anak.  Apabila anak mengetahui guru tidak harmonis, dengan mudah anak bisa berkata, “ guru kita saja bertengkar, apalagi kita”. Jadi hindari bertengkar di depan anak didik. Selesaikan masalah dengan baik. Guru harus menjaadi contoh dan tauladan dalam menjaga hubungan sesama manusia.
Kelima memahami dunia sekitarnya (lingkungan). sekolah ada dan hidup dalam suatu masyarakat. Masyarakat yang ada disekitar sekolah selalu memengaruhi perkembangan pendidikan di sekolah, karena itu guru wajib mengenal dan mengahayati dunia disekitar sekolah, minimal masyarakat Kelurahan/Desa dan Kecamatan dimana sekolah dan guru berada. Dunia lingkungan sekolah mungkin dunia industri , dunia pertanian, dunia perkebunan, dunia perikanan dan lain-lain tentunya dunia di lingkungan sekitar sekolah tersebut memiliki adat istiadat, kepercayaan, tata cara, sikap dan tingkah laku masyarakatnya yang berbeda-beda.
Guru menyebarkan dan turut merumuskan program-program pendidikan dan dengan masyarakat sekiratnya sehingga sekolah tersebut berfungsi  sebagai pusat pembinaan  dan pengembangan kebudayaan ditempat itu. Guru berperan agar dirinya dan sekolahnya dapat berfungsi sebagai unsur pembaruan bagi kehidupan dan kemajuan daerahnya. Untuk lebih memahami dunia sekitarnya,  guru turut bersama masyarakat dalam berbagai aktivitas dan mengusahakan terciptanya kerja sama yang sebaik-baiknya antara sekolah, orang tua dan masyarakat  bagi kesempurnaan usaha pendidikan atas dasar bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama anatarpemerintah, orang tua peserta didik dan masayarakat.  
Peran yang dibawa guru dalam meayarakat berbeda dengan profesi lain. Oleh karena itu, perhatian yang diberikan masyarakat terhadap gurupun berbeda-beda dan ada kekhususan terutama adanya tuntutan untuk menjadi pelopor pembangunan di daerah tempat tinggalnya.

AIR MATA KEMERDEKAAN

AIR MATA KEMERDEKAAN
Oleh : Suyandi Saputra, S.Pd.SD
Guru SDN 14 Sungai Aur

17 Agustus 2015 sudah 70 tahun kita merdeka. Ketika bendera dinaikkan dan lagu kebangngsaan di nyanyikan tersentak batin saya mendengarkannya dan tanpa di sadari air mata saya keluar menetas di pipi saya. Kawan di samping saya melirik saya sambil keheranan dan mungkin dalam hatinya dia ingin bertanya kenapa air mata saya keluar. Walaupun kalimat tersebut tidak ditanyakan langsung pada saya, tapi saya mungkin mengir dia bertanya ada apa dengan saya. Melauli tulisan ini saya mencoba menjawabnya. Setidaknya ada 2 alasan kenapa saya mengangis ketika nyanyi lagu indonesia dinyanyilan dan bendera merah putih di naikkan.
Pertama, saya teringat dengan perjuangan para pahlawan yang telah gugur di medan pertempuran. Mereka mengorbankan harta dan nyawa berperang merebut kemerdekaan. Penderitan dan kepedihan adalah makanannya sehari-hari. Diantara para pahlawan tersebut ada yang tidak di kenal yang kita sebut dengan pahlawan tak di kenal.
Mereka banyak jumlahnya tapi tidak diketahui oleh ahli sejarah. Dia luput dati pantauan ahli sejarah tapi dia ada dan mungkin pengorbanan  mereka lebih besar lagi dari pahlawan yang di kenal. Walaupun dia tak di kenal, mereka terus berjuang dengan ikhlas tanpa mengahrapakan pujian dan dan sanjungan dari orang lain. Hatinya terketuk dan terpanggil untuk berjuang demi kehidupan generasi di belakang mereka agar tidak merasakan penderitan diatas penderitaan yang ia rasakan. Perjuangan yang mereka lakukan demi harga diri dan martabat tanah kelahirannya.
Kedua, ketika mau mengikuti upacara banyak peserta upacara yang enggan berbaris karena cuaca sedikit panas. Saya menangis dan sedih karena generasi hari ini hanya berpanasan sedikit menunggu detik-detik proklamasi tidak tahan. Bagaimana jika di panggil untuk berjuang di medan pertempuran. Beberapa kali di panggil agar para peserta upacara memasuki dan berbaris di lapangan, masih banyak yang enggan karena panas sedikit. Banyak peserta upacara tidak masuk dalam barisan karena panas. Mereka duduk - duduk di bawah pohon. Sampai puncaknya ketika upacara di mulai masih banyak yang tidak ikut upcara.
Apa yang saya rasakan adalah keprihatinan pada generasi hari ini, melaksanakan upacara saja masih banyak yang tidak mengikuti dengan  penuh hati dan rasa panggilan jiwa dari dalam dirinya. Hari ini kita tidak berperang lagi tapi kita hanya mengisi kemerdekaan. Salah satu wujud cinta kita pada pahwalan yang telah gurgur adalah dengan melaksanakan upacara.
Kita bersyukur pada Allah bahwa kita sudah 70 tahun merdeka, semua itu atas berkat Rahmat Allah Yang maha Kuasa dan perjuangan para pahwan. Mari kita isi kemerdekana ini dengan penuh cinta pada negeri ini sesuai denga tugas dan fungsi kita masing-masing. Apa yang kita nikmati hari ini adalah buah dari perjuangan pahlawan kita di masa lalu. Apa yang kita kerjakan hari ini merupakan titipan untuk anak cucu kita di kemudian hari . Mari kita tinggalkan kenangan yang terindah buat generasi yang akan datang dengan meninggalkan negri yang adil, makmur dan sejahtera agar dia mereka tidak di jajah oleh bangsa lain di kemuadian hari. Penjajahan terbut bisa dengan penajahan ekonomi, sosial ataupun penjajahan budaya.
Menangislah kita hari ini dengan tangisan kesadaran jiwa melihat tingkah kita yang tidak mencerminkan cinta pada negeri, tangisan yang menunjukkan betapa kita sudah melupakan para pahlawan, tangisan sikap kita lebih mementingkan bang saku (uang di kantong ), hal tersebut terlihat dari banyaknya pejabat yang melakukan korupsi demi diri sendiri dari pada mementingkan Bangsaku dan tanah air ku. Tangisan betapa banyak diantara kita yang lebih menonjolkan sikap kedaerahan dari pada nasionalisme. Tangisan betapa kita lebih mencintai produk luar negeri dari pada produk dalam negeri. Tangisan betapa banyak diantara kita yang lebih menghormati pemimpin negeri lain dari pada menghormati pemimpin bangsa sendiri. Tangisan betapa banyak diantara kita lebih mengagungkan bangsa lain dari pada mengagungkan dan merasa banggga dengan bangsa sendiri. Tangisan betapa banyak diantara kita yang lebih mencintai budaya bangsa lain dari pada mencintai budaya kita sendiri.  
Setelah kita mengabis, kita coba menata lagi kelemahan – kelemahan kita selama ini agar dimasa yang akan datang tangisan tersebut berobah menjadi tangisan yang menyadarkan kita betapa besarnya perjuangan para pahwalan dan menimbulkan kesadaran bahwa semua kita bertanggung jawap untuk kemajuan bangsa ini. Inila air mata kemerdekaan yang kita harapkan, kita mencintai negeri ini dan kita wajib mengisinya dengan sepenuh hati.


Rabu, 07 Oktober 2015

Contoh lapoaran Hasil Aktualisasi Dikalat Prajabatan

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Tujuan negara Indoonsia yang tecantum dalam UUD 1945 adalah  melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Untuk mencapai cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara tersebut, perlu disiapkan  Aparatur  Sipil Negara (ASN) yang memiliki integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 
Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah.
Dalam rangka mempersiapkan ASN yang dapat mewujudkan cita-cita bangsa tersebut, diperlukan pendidikan dan latihan (Diklat). Diklat yang dilaksanakan pada saat ini adalah Diklat Pola baru, dimana peserta tidak hanya diberikan nilai-nilai dasar yang harus dimiliki tetapi juga peserta di haruskan untuk melakukan aktualisasi nilai-nilai tersebut di tempat kerja atau magang.
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), ditetapkan bahwa salah satu jenis Diklat yang strategis untuk mewujudkan PNS sebagai bagian dari ASN menjadi professional seperti tersebut di atas adalah Diklat Prajabatan. Diklat ini dilaksanakan dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS. Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam membentuk karakter PNS yang kuat, yaitu PNS yang mampu bersikap dan bertindak profesional dalam melayani masyarakat.
Kompetensi yang dibagnun dalam Diklat Prajabatan CPNS Golongan III angkata I pola baru adalah kompetensi PNS sebagai pelayan masyarakat yang profesional, yang diindikasikan dengan kemampuan mengaktualisasikan lima nilai dasar yaitu kemampuan muwujudkan nilai – nilai dasar ASN yang terangkum dalam akronim “ANEKA” yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, dan Anti Korupsi dalam melaksanakan tugas dan jabatannya.
Undang - Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Guru sebagai ujung tombak fungsi pelaksanaan di bidang pendidikan merupakan profesi yang sangat mulia sekaligus membutuhkan penerapan nilai dasar  yang ASN yang mengaktualisasikan nilai-nilai  ANEKA guna mencapai tujuan, tugas pokok dan fungsi guru.
Berdasarkan pertimbangan diatas, peserta Diklat Pra Jabatan ditugaskan untuk mengaktualisasi nilai dasar yang termuat dalamn ANEKA yang akan   di tempat kerja atau magang yang dalam hal ini penulis laksanakan di SD Negeri 14 Sungai Aur Jorong Sontang Nagari Sungai Aur Kecamatan Sungai Aur sebagai bentiuk penerapan ilmu yang sudah dimiliki selama mengikuti materi pada on kampus  

B.     TUJUAN
Tujuan dari aktualisas ini adalah diharapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat melaksanakan nilai-nilai yang tergabung dal Akronim ANEKA, Akuntabilitas, Nasioonalisme, Etika Publik, dan Nasionalisme   di tempat tugas penulis. Selain itu aktualisas ini diharapkan mampu membentuk ASN yang profesional, kompeten dan berkarakter berdasarkan nilai-nilai dasar profesi ASN, yang fungsinya sebagai pelaksanak kebijakan pemerintah, sebagai pelayan masyarakat dan sebagai perekat dan pemersatu bangsa Indoneisia. ASN diharapkan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dasar yaitu :
1.      Mewujudkan rasa tanggung jawab, profesionalisme (akuntabilitas) dalam melakukan tugasnya
2.      Mengedepankan kepentingan nasional (nasionalisme) dalam melaknasnakan tugasnya
3.      Menjunjung tinggi standar etika (etika publik) dalam melakukan tugasnya
4.      Berinovasi untuk peningkatan mutu (komitmen mutu) dalam melakukan tugas dan jabatnnya
5.      Menanmkan nilai-nilai anti korupsi dan membenci korupsi serta sebagai agen untuk mensosialisasikan nilai-nilai anti korupsi pada orang disekitarnya
C.    MAMFAAT  
Adapun mamfaat penulisan laporan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN ini adalah sebagai berikut:
1.      Pribadi
Dengan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN ditempat kerja merupakan sarana untuk membangun pribadi ASN yang profesional, bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara.
2.      Sekolah
Komitmen kerja dan jiwa profesinalisme yang terbentuk dalam diri ASN diharapkan dapat mendorong pencapaian tujuan pendidikan nasional pada umumnya dan dapat mencapai visi dan misi dari SD Negeri 14 Sungai Aur kususnya.
3.      Masyarakat
Pegawai ASN adalah pengabdi masyarakat yang harus melayani masyarakat, maka dengan aktualisai nilai-nilai dasar ASN di tempat tugas, saya dapat memberikan Pelayanan Prima dan bermutu kepada masyarakat sebagai pengguna pelayanan.

D.    RUANG LINGKUP LAPORAN
Ruang lingkup laporan aktualisasi yaitu mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi serta mempertanggungjawabkan pada kegiatan dan pembuktuian laporan diantaranya :
  1. Menyusun RPP
  2. Membuat media pembelajaran
  3. Melaksanakan PBM di kelas
  4. Menilai hasil pembelajaran
  5. Melaksanakan Ulangan Harian (UH)
  6. Menganalisis hasil UH
  7. Membuat perangkat pembelajaran
  8. Membimbing anak shalat berjamaah
  9. Seminar Pendidkan ( ganti kegitan 8,  menjadi pembina upacara )
Pelaksaan aktualisasi ini  dilaksanakan di SD Negeri 14 Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat  yang akan dlaksnakan pada tanggal 23 September – 14 Oktober 2015


BAB II
NILAI DASAR PNS DAN DESKRIPSI ORGANISASI
A.    LANDASAN TEORI NILAI-NILAI DASAR PNS
                  Undang-undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengamanatkan Instansi Pemerintah untuk wajib memberikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama 1 tahun masa percobaan. Tujuan dari Diklat terintegrasi ini adalah untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memeperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Dengan demikian UU ASN mengedepankan pernguatan nilai-nilai dan pembangunan karakter dalam mencetak PNS.
Dalam Undang- undang No. 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara, pegawai ASN berfungsi sebagai:
1.      Pelaksana kebijakan publik
2.      Pelayan publik
3.      Perekat dan pemersatu bangsa
Fungsi-fungsi ASN  ini harus dilakukan berdasarkan nilai nilai dasar profesi ASN,  yang meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi, atau yang sering disingkat dengan ANEKA. Maka perlu diketahui indikator-indikator dari kelima kata tersebut yaitu:
1.      Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang telah menjadi amanah yang harus dicapai. Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akuntabel adalah ASN yang mampu menjalankan nilai nilai publik dengan mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan, memiliki pemahaman dan kesadaran untuk tidak terlibat dalam politik praktis, melayani masyarakat secara profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
2.      Nasionalisme
Nasionalisme adalah pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain. Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan aparatur negara yang juga menjadi perpanjangan tangan negara dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh sebab itu pola pikir yang harus dibangun oleh Aparatur Sipil Negara adalah mental nasionalisme
3.      Etika public
Etika publik merupakan refleksi atas standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, prilaku untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Etika merupakan sistem penilaian perilaku serta keyakinan untuk menentukan perbuatan yang pantas guna menjamin adanya perlindungan hak  hak individu.

Sedangkan kode etik adalah aturan - aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu kelompok khusus yang ditujukan pada hal - hal prinsip dalam bentuk ketentuan - ketentuan tertulis. Adapun Kode Etik Profesi dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku/etika suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan - ketentuan tertulis yang diharapkan dapat dipegang teguh oleh sekelompok profesional tertentu. Berdasarkan Undang- undang ASN, kode etik dan kode perilaku ASNantara lain :
1.      Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab dan berintegrasi tinggi
2.      Melaksanakan tugas dengan cermat dan disiplin
3.      Melayani dengan sikap hormat, sopan dan tanpa tekanan
4.      Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang- undangan dan etika pemerintahan
5.      Menjaga kerahasiaaan yang menyangkut kerahasiaan Negara
6.      Menggunakan kekayaan dan barang milik Negara secara bertanggung jawab, efektif dan efisien
7.      Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam menjalankan tugasnya.
8.      Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.
9.      Tidak menyalahgunakan informasi intern Negara, tugas, status, kekuasaan dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau orang lain.
10.  Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN
11.  Melaksanakan ketentuan peraturan perundangan- perundangan mengenai disiplin pegawai ASN.
4.      Komitmen mutu
Pelayanan publik yang bermutu akan menciptakan kepercayaan publik kepada pemerintah, oleh karena itu di perlukan adanya komitmen mutu dalam pelaksanaan pelayanan publik.
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik yang berorientasi pada kualitas hasil.
Nilai nilai dasar yang pada komitmen mutu, yaitu :
a.       Efektifitas yaitu ukuran tingkat penggunaan sumberdaya untuk pemenuhan tujuan
b.      Efisien yaitu ukuran tingkat penggunaan sumber daya dalam suatu proses. Semakin sedikit penggunaan sumber daya maka prosesnya semakin efisien.
c.       Inovasi yaitu proses pemikiran atau pengimplementasikan suatu gagasan yang memiliki unsur kebaruan serta kemanfaatan
d.      Mutu yaitu kondisi dinamis berkaitan dengan produk jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen atau pengguna
5.      Anti korupsi
Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma–norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara atau masyarakat baik secara langsung maupun  tidak langsung.

Tindak pidana korupsi yang terdiri dari kerugian keuangan Negara, suap-menyuap, pemerasan, perbuatan curang, penggelapan dalam jabatan, benturan kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi. Nilai-nilai dasar Anti Korupsi adalah jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, adil, berani, dan sederhana

B.      DATA SEKOLAH
1
Nama Sekolah
: SD N 14 Sungai Aur
2
NSS/ NPSN
: 1010 8100 9014 / 10305964
3
Alamat
: Jorong Sontang, Nagari Sungai Aua
3.1
Jorong
: Jorong Pematang Sontang
3.2
Kenagarian
: Sungai Aua
3.3
Kecamatan
: Sungai Aur
3.4
Kabupaten
: Pasaman Barat
3.5
Provinsi
: Sumatera Barat
4
Tahun Pendirian
: 1977
5
Tahun Perubahan
: 2007, 2010
6
Status Kepemilikan Tanah
: Hibah
7
Kode Pos
: 26372
8
No.Tlp
: -
9
Akreditasi
: B

C.    DATA GURU PNS/CPNS
No
Nama/NIP
L/
Tempat/Tgl
Jabatan
Pangkat/

P
Lahir
Gol
1
H.Bahtazar,S.Pd.SD
L
Sungai Aur, 30-01-1960
Kepala Sekolah
Pembina /

19600130 198217 1 001



IV/a
2
Gustimarwati.S.Pd.SD
P
Muara Tapus, 05-02-1968
Guru Kelas
Pembina /

19680205 199001 2 002



IV/a
3
Halimah,S.Pd.I
P
Sontang, 02-01-1959
Guru PAI
Pembina /

19590102 198603 2 004



IV/a
4
Dehliani.S.Pd.SD
P
Muara Tapus,10-09-1966
Guru Kelas
Pembina /

19660910 199210 2 001



IV/a
5
Darlis.S.Pd.SD
P
Sontang, 03-01-1971
Guru Kelas
Pembina /

19710103 199311 2 001



IV/a
6
Litatus Hapri,S.Pd
P
Pintu Padang, 05-10-1971
Guru Kelas
Pembina /

19711005 199312 2 001



IV/a
7
Hafni,S.Pd
L
Ujung Gading, 24-09-1962
Guru Penjas Kes
Pembina /

19620924 198302 1 001



IV/a
8
Ifni,S.Pd.
L
Muara Tapus,03-01-1970
Guru Penjas Kes
Penata Muda

197001 03 200701 1 010



III/a
9
Reski Nauli,S.Pd
P
Muara Tapus,04-09-1977
Guru Kelas
Penata Muda

19701101 200701 2 007



III/a
10
Wisma, S.Pd
P
Sontang, 04-01-1969
Guru Kelas
Pengatur/

19690104 200801 2 004



II/c
11
Ernis
P
Hutabargot Pasaman, 29-07-1968
Guru PAI
Pengatur Tk I

19680729 200701 2 001



II/d
12
Silvia Nora,A.Ma
P
Kumpulan, Bonjol, 12-11-1985
Guru Kelas
Pengatur Muda

19851112 201001 2 017



Tk I / II/b
13
Azmarni,S.Pd
P
Ujung Gading, 15-06-1972
Guru Kelas
Pengatur Tk I

19720615 200604 2 009



II/d

D.    DATA GURU HONOR
NO
NAMA
L/
TEMPAT/TGL
JABATAN
P
LAHIR



1
Zakiah,S.Pd.I
P
Muara Tapus,17-05-1981
Guru Kelas
2
Elpia Rozita,S.Pd.I
P
Muara Tapus, 21-01-1983
Guru Kelas
3
Erpida,S.Pd.SD
P
Sontang, 08-03-1980
Guru Kelas
4
Emdas Faizal,A.Ma
L
Muara Tapus,01-01-1982
Guru Kelas
5
Anita
P
P. Sontang,10-09-1984
TU
6
Anjaniati,A.Ma
P
Medan, 07-09-1987
Guru Kelas
7
Delmi Yunita,S.Pd.
P
Sijanih, 05-01-1981
Guru Kelas
8
Efrina,A.Ma
P
Serasah Talang, 23-11-1982
Guru Kelas
9
Muliarni,A.Ma
P
P. sontang, 17-09-1986
Guru Kelas
10
Yanni,A.Ma
P
Simp. Gadang, 14-04-1985
Guru PAI
11
Rosida,A.Ma
P
Ujung Gading, 10-04-1981
Guru Kelas
12
Silvia R,S.Pd.SD
P
Ujung Tanjung, 10-01-1985
Guru Kelas
13
Nurhadi,S.Pd
L
Ujung Gading, 06-08-1989
Guru Penjas
14
Nelda Hayati,S.S
P
Ujung Gading, 07-11-1987
Guru Kelas

E.     JUMLAH MURID TAHUN PELAJARAN 2015/2016
No
Kelas
Jlh Murid
Jumlah Murid Baru/

Jumlah
Jumlah
Mengulang
Naik Kelas

Seluruhnya
Rombel
1
I
7

72

79

3
2
II
5

84


89

3
3
III
6

72


78

3
4
IV
5

68


73

3
5
V
4

58


62

3
6
VI
0

70


72

3
JLH
27
424
453
18




F.     Komite SD Negeri 14 Sungai Aur
Susunan Pengurus Komite Sekolah
Ketua
: ISLAHUDDIN,S.Hi
Wakil Ketua
: Drs.SAFRIN
Sekretaris
: HARISMAN,S.PdI
Bendahara
: ERNA WATI
Anggota
: DULKIMAN

G.    VISI DAN MISI
 Misi SD Negeri 14 Sungai Aur adalah menciptakan peserta didik yang unggul dalam mutu, taat menjalankan menjalankan perintah agama, sehat, serta memiliki pendidik yang kompetitif  dalam suasana  lingkungan nan asri
Dalam mewujudkan visi tersebut SD Negeri 14 Sungai Aur  memiliki misi sebagai berikut :
1.      Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efesien
2.      Membimbing siswa untuk melakukan ajaran agama
3.      Mengembangkan potensi siswa dengan kegiatan ekstrakurikuler
4.      Meningkatkan disiplin warga sekolah
5.      Memotivasi siswa untuk memotivasi
6.      Menumbuhkembangkan rasa cinta pada bangsa dan negara
7.      Mengembangkan kompetensi guru
8.      Menumbuhkan rasa cinta pada kebersihan, keindahan, ketertiban, keamanan dan kerindangan
H.    TUGAS DAN FUNGSI GURU
Sebagai seorang guru sudah sepatutnyalah selalu ingat akan tugas pokok dan fungsinya, agar sosok guru senantiasa melekat seiring dengan perubahan jaman yang semakin maju. Dengan menyadari tugas pokok nya maka ia berhak untuk selalu disebut sebagai guru profesional. Namun yang tak kalah penting adalah agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif serta efisien yang berbasis PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan).
Adapun Tugas pokok dan fungsi guru secara kongkrit No. 35 Tahun 2010 adalah sebagai berikut:
1.      Membuat program pengajaran (Silabus, RPP,Prota, Promes )
2.      Menganalisa materi pelajaran
3.      Membuat lembar kerja siswa ( LKS )
4.      Membuat program harian/jurnal belajar
5.      Melaksanakan kegiatan pembelajaran
6.      Melaksanakan kegiatan penilaian baik itu ulangan harian, tengah  semester atau akhir semester
7.      Melaksanakan analisis ulangan, program remedial, pengayaan
8.      Mengisi daftar nilai siswa, mengisi raport
9.      Melaksanakan bimbingan kelas/konseling
10.   Melaksanakan kegiatan bimbingan guru/tutor sebaya apabila telah mengikuti pelatihan
11.   Membuat alat bantu mengajar/alat peraga
12.  Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum
13.  Melaksanakan tugas tertentu di sekolah (Bendahara, pembina kegiatan pramuka)
14.  Membuat catatan tentang kemajuan peserta didik
15.  Meneliti daftar hadir siswa sebelum proses pembelajaran berlangsung
16.  Mengatur kebersihan ruang kelas dan sekitarnya
17.  Mengumpulkan angka kredit dan menghitungnya untuk kenaikan pangkat
18.  Menumbuhkembangkan sikap menghargai seni
19.  Mengikuti kegiatan kurikulum
20.  Mengadakan penelitian tindakan kelas



I.       Struktur Organisasi Sdn 14 Sungai Aur TP.  2015/2016
 











                                                                                             
 







                                 











BAB III
Rencana dan Target Aktualisasi
Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS

A.    Rencana  dan Realisasi Aktualisasi
3.1 Tabel Rencana dan Realisasi Aktualisasi
Nama                            : SUYANDI SAPUTRA, S.Pd.SD
Tempar Aktualisasi      : SD Negeri 14 Sungai Aur
NO
Kegiatan
Rencana
Realisasi
Output
KET


1.


Menyusun RPP


26/09/2015


26/09/2015
·         1 buah RPP
·         Foto
·         vidio



2.


Membuat media pembelajaran


26/09/2015


01/10/2015
·         Foto media
·         Vidio membuat media

3.
Melaksanakan pengajaran di Kelas 

28/09/2015
28/09/2015
s/d
05/10/2015
·         Foto
·         vidio




4.



Menilai hasil pekerjaan siswa



28/09/2015



01/10/2015
·         Vidio siswa mengerjakan latihan
·         Kopi lembar jawaban siswa
·         Foto
·         vidio




5.



Melaksnakan Ulangan Harian (UH)



29/09/2015



02/10/2015
·         Soal UH
·         Kopi lembar jawaban siswa
·         Foto
·         vidio



6.


Melaksanakan analisis hasil UH 


30/09/2015


02/10/2015
·         1 lembar blangko analisis yang sudah diisi
·         Foto
·         vidio



7.


Membuat perangkat pembelajaran


04/10/2015


03/10/2015
·         1 RPP
·         1 Silbus
·         1 Promes
·         1 Prota
·         Foto
·         vidio

8
Menjadi pemimipin upacara

Tidak terlaksana karena tgl 28/09/2015 hari hujan, 05/10/2015 yang menjadi pembina  Upcara adalah Bapak Pengawas Sekolah Kecamatan Sungai Aua.
9
Membimbing anak sholat berjamaah
08/10/2015
01/10/2015
·         Foto, vidio

10
Mengikuti Seminar Pendidikan
-
26/09/2015
·         Surat undangan
·         Surat tugas  Kepsek
·         Kopi Sertifikat
·         Foto kegiatan
Ganti Kegiatan seminar

 Kegiatan aktualisasi ini disusun berdasarkan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), tugas pokok guru dan kebijakan sekolah yang berkaitan dengan nilai-nilai dasar ASN. Adapun aktualisasi yang penulis susun adalah sebagai berikut :
Tabel 3.2 Keterkaitan Nilai Dasar Dengan Kegiatan
NO
KEGIATAN
NILAI  DASAR
URAIAN PELAKSANAAN KEGIATAN
1.
Menyusun RPP

1.1       Akuntabilitas
1.2       Nasionalisme
1.3       Komitmen      mutu
1.4       Anti korupsi



Dalam membuat RPP saya akan bekerja profesional dengan teknik cermat dan teliti. sehingga RPP yang dihasikan akan sesuai dengan Permendiknas No. 41 Tahun 2007. RPP yang dibuat secara adil, efektif dan efesien. saya bekerja dengan rela berkorban tenaga dan waktu demi tercapainya RPP yang bermutu. Saya juga akan mengimplementasikan jujur  dalam membuat RPP. Saya akan menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, meneyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Saya akan menyusun RPP dengan  semangat dan penuh tanggung jawab.
2.
Membuat Media Pembelajaran
2.1      Akuntabilitas
2.2      Komitmen mutu
2.3     Anti korupsi

Dalam membuat Media Pembelajaran saya akan bekerja profesional, cermat dan teliti. Sesuai dengan Peraturan. Dalam membuat media saya akan melakukan inovasi baru agar peserta didik bersemangat dalam belajar. media yang dibuat harus dapat meningkatkan mutu pembelajaran yang akan dilaksanakan. Dalam  menggunakan ATK saya harus hemat dan tidak boros.
3.
Melaksnakan pengajaran di Kelas 
3.1  Akuntabilitas
3.2     Nasionalisme
3.3     Etika Publik
3.4     Komitmen      Mutu
3.5     Anti Korupsi
Saya melaksnakan PBM di kelas sesuai dengan UU 14 tahun 2005 bahwa tugas guru adalah Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik mengdakan kerjasama kerjasama dengan murid  dan   dalam bekerja dengan saling menghormati dan saling menghargai. Berkata dengan sopan dan lemah lembut dengan murid. Saya mengajar dengan disiplin dan tidak meninggalkana anak dikelas ketika PBM belum berakhir.
4.
Menilai hasil pekerjaan siswa
4.1          Akuntabilitas
4.2          Anti korupsi
4.3          Nasionalisme
4.4          Komitmen mutu
4.5          Etika publik
Saya akan mengevaluasi pekerjaan dengan penuh  tanggung jawab melalui  teknik cermat dan teliti. Saya akan menilai dengan tidak dikriminas, transparan. Saya akan menyelesaikan kegiatan tersebut tepat pada waktunya. Saya akan jujur dalam menilai dan  tidak akan memanipulasi nilai siswa. 
5
Melaksnakan Ulangan Harian (UH)
5.1 Akuntabilitas
5.2 komitmen mutu
5.3 Anti korupsi
Dalam melaksanakan ulangan harian saya mengacu pada peraturan yang berlaku, sesuai dengan SK dan KD dari Silabus. Saya melakasanakan UH untuk melihat perkembangan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Dalam melakanakan UH saya harus berprilaku sopan dan ramah pada siswa dengan tidak membentak-bentak siswa. Saya bersikap jujur dengan tidak melihatkan / membococrkan soal ujian pada siswa.
6
Melaksanakan analisis hasil ulangan harian siswa

6.1 Akuntabilitas
6.2  anti korupsi
6.3 Etika publik

Saya melaksanakan analisis hasil ujian dengan cermat dan teliti. Saya sungguh-sungguh bekerja. Analisis digunakan sebagai cerminan bagi saya apakah tujuan pembelajaran sudah tercapai atau belum. Saya akan jujur dan transparan dalam melaksanakan analisis.
7
Membuat perangkat pembelajaran
Membuat perangkat pembelajaran
7.1 Akuntabilitas
7.2 Etika Publik
7.3 Anti Korupsi

Dalam membuat poerangkat pembelajaran Saya akan bekerja dengan profesional, sesuai dengan peraturan pemerintah, saya melakukan inovasi dalam membuat perangkat pembelajaran seperti mebuat variasi bentuk /susunan dari perangkat pembelajaran agar dokumetasi siswa dan aktifitas pembelajaran dapat terdata dengan baik. Saya akan sederhana dengan teknik membuat perangkat pembelajaran sesederhana mungkin sehingga tidak  banyak mengahbiskan kertas
8
Membimbing anak sholat berjamaah
8.1  Akuntabilitas
8.2  Etika publik
8.3  Nasionalisme
   
Membimbing anak sholat berjamaah merupakan kegiatan yang dilakukan guru setiap hari kamis waktu sholat zuhur berjamaah. Kegiatan ini mengajarkan kepada anak, agar taat menjalankan agamanya. Saya akan profesional dalam membimbing anak.Saya juga akan disiplin dan sungguh-sungguh. saya akan  sabar. Saya akan mengajarkan pada anak agar toleran pada teman yang berlianan agama menjalankan agamanya. Saya akan  bekerja Sama dengan guru yang lain. Kegiatan ini dilaksanakan agar anak terbiasa melaksnakan ajaran agamnaya sebagaimana visi dan misi SD Negeri 14 Sungai Aur yaitu membnetuk sisiwa yang taat menjalankan agamanya.
9
Seminar
9.1  Akuntabilitas
9.2  Nasionalisme
9.3  Etika Publik
9.4  Anti korupsi

Dalam melakabnakan seminar saya akan sungguh- sunguh mengukutinya. Saya akan menghormati teman-tema peserta seminar tanpa membedakan dari mana asal/ membedakan sara. Dalam seminar saya akan menghormati narasumber dan peserta lainnya. Saya akan jujur kepada atasan dengan tidak  meminta uang tambahan selain jumlah yang harus di tentukan oleh panitia. Seminar ini bertujaun menambah wawasan guru tentang HAM dan payung hukum yang dapat ditempuhnya jika dalam melaknakakn tugasnya ada yang menuntut.       

Kegiatan yang telah disusun pada tabel 3.2 diatas secara umum bertujuan untuk memberi pelayanan prima di bidang pendidikan bagi seluruh masyarakat. Adapun uraian teknik pelaksanaannya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 3.3 Teknik Aktualisasi Nilai Dasar ASN  
No
Nilai Dasar dan Teknik Aktualisasi
Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaat bagi Pihak Lain dan Perwujudan Visi Organisasi
1
Menyusun RPP
1.1 Akuntabilitas
Bekerja dengan profesional dengan teknik cermat dan teliti dan sungguh-sungguh. Sesuai dengan permendiknas no 41 tahun 2007
1.2 Nasionalisme
Adil dengan teknik tidak membeda-bedakan siswa
1.3  Komitmen mutu
Inovasi dengan teknik mendesain pembelajaran sehingga proses PBM tidak monoton dan lebih menarik agar siswa aktif dalam belajar.
1.4 Anti korupsi
Hemat dengan tidak melakukan pemborosan kertas.

Dalam membuat RPP saya akan bekerja profesional dengan teknik cermat dan teliti dan sungguh-sungguh. RPP yang saya buat haris sesuai dengan Permendiknas no. 41 tahun 2007.

Dalam merancang Pembelalajran saya akan adil bagi seluruh siswa dengan teknik tidak membeda-bedakan siswa.

Saya melakukan inovasi dengan teknik mendesain pembelajaran sehingga proses PBM tidak monoton dan lebih menarik agar siswa aktif dalam belajar.

Saya akan menyusun RPP dengan  semangat dan penuh tanggung jawab Saya akan hemat dengan tidak banyak menghabiskan/boros dalam menggunakan kertas HVS.
Mamfaat :
RPP yang berkualitas akan membimbing guru dalam melakukan kegiatan pemebelajaran. RPP digunakan sebagi rancana guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. dengan efektif waktu dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Diharapkansiswa dalap belajar dengan aktif, dan bersemangat sehingga tujuan Pembelajaran tercapai.
2
Membuat Media Pembelajaran
2.1  Akuntabilitas
Konsisiten dengan teknik tidak mengulur waktu
2.2  Komitmen mutu
Bekerja dengan efektif dan efesien dengan teknik bekerja dengan cepat dan rapi.
2.3 Anti Korupsi
Jujur dengan teknik menggunakan ATK secara boros.
Dalam membuat media pembelajaran saya profesional, konsisten  dengan teknik tidak mengulur—ulur waktu. Saya akam memikirkan tingkat efesiensi dan efektif dalam pembuatan terutama dalam dalam hal biaya dan kegunaannya serta bekerja secara cepat dan rapi dalam pembuatan alat maupun kebersihan lingkungan kerja. Saya akan jujur dengan tidak menggunakan kertas/karton secara boros.
Mafaat :
Media dibuat untuk mewujudkan siswa yang aktif dan kreatif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai Jika tujuan pembelajaran tercapai diharapkan dapat mewujudkan visi dan misi sekolah.
3
Melaksanakan pembelajaran di kelas
3.1  Akuntabilitas
Profesional berpakaian rapi, rmah dan bersih dengan teknik Disiplin dengan teknik datang tepat waktu
3.2  Nasionalisme
Adil dengan teknik tidak membedakan anak, memberikan perhatian yang sama pada seluruh siswa
3.3 Etika Publik
Mengajar anak dengan ramah dan ikhlas, dan sopan
3.4  Komitmen      Mutu
Mengajar dengan profesional dengan teknik mengajar anak dengan ramah dan komunikasi yang baik  
3.5  Anti Korupsi
Jujur dengan teknik tidak meninggalkan siswa sebelum waktu berkahir.
Dalam melaksanakan pembelajaran saya harus profesional, berpakaian rapi, rmah dan bersih. disiplin, dengan tepat teknik tepat waktu datang ke lokal. Saya bertugas mendidik dan mengajar anak dengan keteladanan. Saya harus adil dengan memberikan perhatian yang sama pada siswa. Saya berbicara ramah dan sopan pada siswa.. Memperlakukan anak dengan ramah, ikhlas, sopan dan komunikasi yang baik. Saya akan menghajar dengan profesional Tidak membentak-bentak anak ketika anak melakukan kesalahan.  Saya akan mengajar sesuai dengan waktu atau jam tatap muka di kelas. saya akan jujur, tidak meninggalkan siswa sebelum waktu pembelajaran berakhir.
Mamfaat :
Proses PBM yang disiplin, jujur, adil dan ramah diharapkan dapat membentuk anak didik yang cerdas trampil dan kreatif serat bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai dengan tujuan pendidkan nasional secra umum
4
Menilai hasil latihan siswa
4.1  Akuntabilitas
Profesional dengan teknik telirtti dan sungguh-sungguh
4.2  Anti korupsi
Jujur dengan teknik tidak menambah atau mengurangi nilai siswa
4.3  Nasionalisme
Adil dengan teknik tidak membedakan siswa
4.4  Komitmen mutu
disiplin dengan tidak mengulur-ulur waktu
4.5 Etika publik
transparan dengan teknik menyampaikan langsung hasil latihan sehinggga siswa dapat melihat hasil dari pekerjaanya
Dalam menilai latihan siswa saya harus harus profesional dengan teknik telii dan sungguh-sungguh. Saya akan jujur dengan tidak menambah dan mengurang nilaia siswa. Sya juga akan melaknanakan nya dengan adil emmerplakuakn semua siswa dengan sama tanpa pandang bulu apakah anak pejabat atau orang biasa. Saya juga transparan dengan menyampaikan langsung hasil latihan sehinggga siswa dapat melihat hasil dari pekerjaanya. Saya bekerja harus disiplin dengan tidak mengulur-ulur waktu. Dalam menilai siswa saya akan menerapkan sifat jujur.
Mamfaat :
Dengan melakukan penilaian hasil kerja siswa guru dapat memantau perkembangan pemahaman sisiwa terhadap materi yang sudah diajarkan, guru dapat melihat apakah tujuan pembelajaran tercapai atau tidak. Kalau nilai siswa sudah bagus maka dapat dilanjutkan dengan pelejaran berikutnya.
5
Melaksanakan Ulangan Harian (UH)
5.1 Akuntabilitas
Disiplin dengan teknik tidak mengulur-ulur waktu
5.2  komitmen mutu
bekerja dengan profesional dengan teknik cermat dan teliti
5.3 Anti korupsi
Adil dengan teknik dengan tidak melakuakn rekayasa nilai
Dalam melakananakan UH saya harus disiplin, tidak mengulur-ulur waktu. Fungsi ulangan harian adalah mengetahui tingkat pemahaman siswa, apakah sudah paham atau belum dengan KD yang sudah di ajarkan. Saya harus profesional dalam melaksnakannya, ketepatan soal dengan SK - KD harus sejalan.S aya akan melaksanakan UH dengan cermat dan teliti. Ssaya akan adil dan tidak menambah/mengurang nilai yang di dapat siswa/merekayasa nilai siswa
Mamfaat :
Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik. Dengan melaksanakan penilaian saya akan dapat melihat perkembangan siswa dalan mencapai tujuan pelejaran yang telah diberikan
6
Melaksanakan analisis hasil ulangan harian siswa
6.1 akuntabilitas
Profesional dengan tekhnik Teliti dan sungguh-sungguh
6.2 Anti Korupsi
Jujur dengan tidak merekayasa hasil analaisis.
6.3 Etika publik
Transparan dengan teknik tidak mengada-adakan nilai dengan tidak mengada-ada nilai siswa
Tujuan melaksanakan analisis adalah untuk mengetahui perkembangan pemahaman siswa terhadap materi yang belum dikuasasi. Dalam melaknakan analisis saya harus profesional dengan teknik teliti dan sungguh-sungguh. Saya akan jujur dengan tidak merekeyasa hasil analisis dan transparan dengan menyampaikan hasil analaisiis kepada siswa dengan cara menjelaskan hasil nalisisi ulangan tersebut.  .
Mamfaat
Dengan menganalisis ulangan harian siswa, guru dapat melihat dan mengevaluasi perkembangan pemahaman sisiwa tentang KD yang sudah di ajarkan dan dapat mengambil tindakan berikutnya apakah perlu di ulang atau tidak materi yang sudah di ajarkan
7
Membuat perangkat pembelajaran
7.1 Akuntabilitas
Bekerja secara profesional dengan teknik mengikuti acuan peraturan pemerintah.
7.2 Etika Publik
Inovasi dengan teknik melakukan variasi bentuk susunan media pembelajaran
7.3 Anti Korupsi
Sederhana dengan teknik menyederhanakan perangkat sesederhana mungkuin agar hemat dama penggunaan kertas

Dalam membuat poerangkat pembelajaran Saya akan bekerja dengan profesional, sesuai dengan peraturan pemerintah, saya melakukan inovasi dalam membuat perangkat pembelajaran seperti mebuat variasi bentuk /susunan dari perangkat pembelajaran agar dokumetasi siswa dan aktifitas pembelajaran dapat terdata dengan baik. Saya akan sederhana dengan teknik membuat perangkat pembelajaran sesederhana mungkuim sehingga tidak  banyak mengahbiskan kertas
Mamfaat :
Dengan perangkat pembelajaran yang efektif dan efesien akan memudahkan guru merencanakan, mengatur dan merekap administrasi PBM  
8
Membimbing anak sholat berjamaah
8.1  Akuntabilitas
Bekerja dengan profesional dengan teknik Saya akan profesional dengan teknik membimbing siswa  dengan sabar dan ikhlas
8.2 Etika Publik
Hormat dengan teknik bekerjasama dengan rekan kerja
Disiplin dengan teknik tepat waktu dalam pelaksanaan
8.2  Nasionalisme
Toleran dengan teknik menekankan pada anak agar anak menegrjakan perintah agamanya masing-masing dan toleran pada teman yang berlainan keyakinan / agama.
Saya akan profesional dengan teknik membimbing siswa  dengan sabar dan ikhlas. Dalam melaksanakannya saya homat dan bekerja sama dengan rekan kerja khususnya dengan guru agama.   Semangat kebersamaan dan  tenggang rasa sehingga pekerjaan tersebut tidak melelahkan. Saya akan laksanakan dengan disiplin dengan teknik tepat waktu dalam mengerjaknnya. Dalam membimbing anak sholat berjamaah, saya juga menekannkan pada anak agar bersikap toleran pada kawan yang berlainan agama dan keyakinannya.
Mamfaat :
Kegiatan ini dalam rangka melaksanakan misi SD Negeri 14 Sungai Aur yaitu membentuk siswa agar taat menjalankan agamanya.
9
Mengikuti Seminar Pendidikan
9.1 Akuntabilitas
Sungguh – sungguh dengan teknik mengikuti semua skedul yang telah ditetapkan panitia
9.2 Nasionalisme
Dalam mengikikuti seminar saya akan saling menghormati nara sumber, sesama peserta dan panitia  tanpa membedakan sekolah atau asal daerah
9.3 Etika Publik
Dalam seminar saya akan sopan dengan teknik menghargai ketentuan dan aturan yang telah dibuat panitia
9.5  Anti Korupsi
Saya akan jujur dengan teknik mtidak meminta uang tambahan kepada atasan selain dari apa yang sudah ditentukan oleh panitia 
Dalam melakabnakan seminar saya akan sungguh- sunguh mengukuti skedul yang telah ditetapkan oleh panitia. Saya akan menghormati teman-tema peserta seminar tanpa membedakan dari mana asal/ membedakan sara. Dalam seminar saya akan menghormati narasumber dan peserta lainnya. Saya akan jujur kepada atasan dengan tidak  meminta uang tambahan selain jumlah yang harus di tentukan oleh panitia.
Mamfaat :
Seminar ini bertujaun menambah wawasan guru tentang HAM dan payung hukum yang dapat ditempuhnya jika dalam melaksanakan tugasnya ada yang menuntut. Kegiatan ini juaga mengingatkan guru agar dalam mengajar tidak main tangan kepada siswa kartena hal tersebut dapat dituntut oleh orang tua. Dengan mengkikuti seminar ini guru dapat menambahpengetahuannya tentang hukun dan HAM  

B.     JADWAL KONSULTASI MENTOR
Adapun konsultasi yang dilakukan dengan mentor selama aktualisasi dn output yang dihasilkan dari kegiatan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2. Jadwal konsultasi dengan mentor
Nama peserta
Suyandi Saputra, S.Pd.SD
Instansi
SD Negeri 14 Sungai Aur
Tempat aktualisasi
SD Negeri 14 Sungai Aur
No
Tanggal
Kegiatan
output
paraf

2
3
4
5
1

Konsultasi dengan mentor
Masukan pelaksanakan aktualisasi

2


26/09/2015
Konsultasi Menyusun RPP
Rumusan laporan kegiatan

3


01/10/2015
Konsultasi Membuat media pembelajran
Rumusan laporan kegiatan

4
28/09/2015
s/d
05/10/2015
Konsultasi Melaksnakan pengajaran di Kelas 
Rumusan laporan kegiatan

5



01/10/2015
Konsultasi Menilai hasil pekerjaan siswa
Rumusan laporan kegiatan

6



02/10/2015
Konsultasi Melaksnakan Ulangan Harian (UH)
Rumusan laporan kegiatan

7


02/10/2015
Konsultasi Melaksanakan analisis hasil UH siswa
Rumusan laporan kegiatan

8


03/10/2015
Konsultasi Membuat perangkat pembelajaran
Rumusan laporan kegiatan

9
03/10/2015
Konsultasi Membimbing anak sholat berjamaah
Rumusan laporan kegiatan

10
25/09/2015
Konsultasi Seminar pendidikan
Rumusan laporan kegiatan

11
05/10/2015
Bimbingan laporan aktualisasi
Laporan aktualisasi


C.    JADWAL KOSULTASI DENGAN COACH
Adapaun konsultasi yang dilakukan dengan coach selama aktualisai dan output yang dihasilkan dari kegiatan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3 . Jadwal Kosultasi Dengan Coach

Nama peserta
Suyandi saputra, S.Pd.SD
Instansi
SD Negeri 14 Sungai Aur
Temapt aktualisasi
SD Negeri 14 Sungai Aur
No
Tanggal
Kegiatan
output
Langsung/HP
/SMS/Email
1
2
3
4
5
1
22/09/2015
Konsultasi rancangan aktualisasi
Perbaikan seminar, bimbingan aktualisasi

Bimbingan langsung
2

28/09/2015
Konsultasi penambahan kegiatan seminar
Disetujui kalau ada bukti surat panggilan


HP
3

02/10/15
Bimbingan pembuatan laporan awal dan penentuan rencana tindakan



HP
4


06/10/2015
Perubahan Kegiatan membina upcara dengan kegiatanlain
Laporan kegiatan 9 yang tidak bisa dilaksanakan
HP
5


07/10/2015
Laporan perkembangan kegiatan aktualisasi dan konsultasi jika terjadi kendala dalam kegiatan aktualisasi
Laporan aktualisasi sementara
Email

10/10/2015
Laporan perkembangan kegiatan aktualisasi dan konsultasi jika terjadi kendala dalam kegiatan aktualisasi
Laporan aktualisasi sementara


15/10/2015
Bimbingan Laporan Seminar
Laporan seminar
Bimbingan lansung





BAB IV
CAPAIAN AKTUALISASI

Keterkaitan Nilai dasar dengan kegiatan
Kegiatan I
:
Menyusun RPP
Tanggal
:
27/09/2015
Daftar Lampiran
:
1 RPP, Foto
1.      AKUNTABILITAS
RPP wajib disipakan seblum proses pembelajaran, sebab perangkat inilah yang menjadi pedoman dalam Dalam membuat RPP saya akan bekerja profesional,cermat dan teliti serta sungguh-sungguh. RPP yang saya buat haris sesuai dengan Permendiknas no. 41 tahun 2007. Sebelum mengerjakan penyususnan RPP saya melihat silabus, Promes dan Prota. Perangkat tersebut saya gunakan untuk melihat Standar Kompetensi dan Kompetesni Dasar yang akan saya ajarkan serta menyesuaikan dengan waktu yang ada dalam program semester (promes). Sebelum RPP jadi saya juga minta bimbingan dan masukan dari kepala sekolah.
2.      NASIONALISME :
RPP yang akan saya susun adalah rebcana pe,mbelajaran yang adil untuk semua siswa. Dalam pelakananan nantinya semau siswa mendapatkan perhatian yang asama sehingga tak adasapupun isiswa yang merasa di anaktirikan.
3.      KOMITMEN MUTU
Dalam merancang dan menyususn RPP, saya melakukan inovasi yaitu mendesain pembelajaran yang emenyenagnkan dan tidak tidak monoton sehingga siswa tidak merrasa bosan dalam kelas.
4.      ANTI KORUPSI
Dalam menyususn RPP saya bekerja  semangat dan penuh tanggung jawab. RPP yang saya buat alah RPP yang singkat, padat dan tepat sehingga dapat memgehemat kertas   HVS.
       Mamfaat/Kontribusi Kegiatan terhadap Pihakl lain/Visi Organisasi
RPP yang berkualitas akan membimbing guru dalam melakukan kegiatan pemebelajaran. RPP digunakan sebagi rancana guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. dengan efektif waktu dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Diharapkansiswa dalap belajar dengan aktif, dan bersemangat sehingga tujuan Pembelajaran tercapai.





Kegiatan 2
:
Membuat Media Pembelajaran
Tanggal
:
27/09/2015
Daftar Lampiran
:
1 RPP, Foto
1.      AKUNTABILITAS
Media merupak sarana bagi guru untuk memudahkan penyampaian materi pada anak didik. Media yang baik akan dapat menjadikan bproses pembelajaran di kelas lebih menarik dan memduahkan siswa memahami materi pelajaran. Dalam membuat media pembelajaran saya profesional, konsisten.  Sebelum membuat media saya mencari buku sumber yang dapat dipertenaggung jawabkan seperti buku yang dukelaurkan oleh Mendikbud juga dari sumber lain seperti di internet
2.      Komitmen mutu
Media saya rancang semenarik mungkin bagi siswa dengan cara memberikan warna warni. Saya akan memikirkan tingkat efesiensi dan efektif dalam pembuatan media tersebut. Media yang saya buat saya usahakan dengan serapi mingki dan seindah mungkin dan menjaga kebersihan lingkungan kerja.
3.      Anti Korupsi
terutama dalam dalam hal biaya dan kegunaannya serta bekerja secara Saya akan jujur dengan tidak menggunakan kertas/karton secara boros.
Mamfaat/Kontribusi Kegiatan terhadap Pihakl lain/Visi Organisasi
Media dibuat untuk mewujudkan siswa yang aktif dan kreatif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai Jika tujuan pembelajaran tercapai diharapkan dapat mewujudkan visi dan misi sekolah.






Kegiatan 3
:
Melaksanakan PBM di Kelas
Tanggal
:
27/09/2015 – 03/10/2015
Daftar Lampiran
:
Foto Kegiatan, vidio,
  1. Akuntabilitas
Dalam PP nomor 74 tahun 2008 disebutkan bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dalam melaksanakan pembelajaran saya harus profesional, berpakaian rapi, ramah dan bersih. disiplin, dengan tepat teknik tepat waktu datang ke lokal. Saya datang dengan semanagt baru, ingin mengajar dan mendidik anak. memprbanyak senyum, belajar dimulai dengan anank berdoa, kemudian membca ayat pendek, menyanyikan lagui Indonesia raya, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan menerangkan materi pelajaran, memberikan contoh soal dan membuat latihan. Setelah latihan untuk menyegarkan siswa, saya buat permainan . begi anak yang membuat kesalahan, dia diberi hukuman yang mendidik yang di istilahkan dengan penghargaan yaitu menyanyikan lagi nasioanal. Setelah selesai pembe;lajaran, anak-anak berdoa dan menyalami gurunya ketika mau pulang.
  1. Nasionalisme
Dalam mengajar saya memberikan perhatian pada semua siswa tampa mebedakanannya menurut SARA. Saya harus adil Saya bertugas mendidik dan mengajar anak dengan keteladanan.. Saya berbicara ramah dan sopan pada siswa sehingga siswa tidak ketakutan dalam belajar. Apabila ada siswa yang salah saya menerangkan dengan kalimat yang positif dengan memberikan pujian terlebih dahulu baru meluruskan kesalahnya.
  1. Etika Publik
Dalam mengajhar saya menggunakan kata-kata yang baik dan positif, memberikan pujian pada anak yang berani menjawab. Meluruskan sikap anak kalau ada anak yang mengejek temannya kalau temannya membuat kesalahan. Memperlakukan anak dengan ramah, ikhlas, sopan dan komunikasi yang baik.
  1. Komitmen mutu
Saya melakukan metode yang bervariasi dalam mengajar agar anak tidak kelekahan dalam belajkara. Saya akan mengajar dengan profesional, tidak membentak-bentak anak ketika anak melakukan kesalahan. 
  1. Anti korupsi
Dalam mengajar saya tidak datang terlambat dan tidak pulang sebelum waktu PBM berakhir. Saya akan mendapingi siswa sampai waktu habis dengan tidak meninggalkan siswa di kelas.
  Mamfaat/Kontribusi Kegiatan terhadap Pihakl lain/Visi Organisasi
Mendidik dan mengajar anak merupakan tugas pokok guru. Dengan metode yang bervariasi akan dapat menyenagkan anak dalam belajar atau tidak membosankan. Dalam melakukan PBM di kelas saya disiplin, jujur, adil dan ramah diharapkan dapat membentuk anak didik yang cerdas trampil dan kreatif serat bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai dengan tujuan pendidkan nasional secra umum




Kegiatan 4
:
 Menilai hasil latihan siswa
Tanggal
:

Daftar Lampiran
:
 
  1. Akuntabilitas
Dalam menilai latihan siswa saya harus harus profesional dengan teknik telii dan sungguh-sungguh.
  1. Nasionalisme
Saya akan jujur dengan tidak menambah dan mengurang nilaia siswa. Sya juga akan melaknanakan nya dengan adil emmerplakuakn semua siswa dengan sama tanpa pandang bulu apakah anak pejabat atau orang biasa.
  1. Etika publik
Saya juga transparan dengan menyampaikan langsung hasil latihan sehinggga siswa dapat melihat hasil dari pekerjaanya.
  1. Anti korupsi
Saya bekerja harus disiplin dengan tidak mengulur-ulur waktu. Dalam menilai siswa saya akan menerapkan sifat jujur.
 Mamfaat/Kontribusi Kegiatan terhadap Pihakl lain/Visi Organisasi
Dengan melakukan penilaian hasil kerja siswa guru dapat memantau perkembangan pemahaman sisiwa terhadap materi yang sudah diajarkan, guru dapat melihat apakah tujuan pembelajaran tercapai atau tidak. Kalau nilai siswa sudah bagus maka dapat dilanjutkan dengan pelejaran berikutnya.




Kegiatan 5
:
 Melaknsanakan Ulangan Harian (UH)
Tanggal
:

Daftar Lampiran
:
Soal UH, Kopi lembar jawaban siswa, Foto,
vidio
  1. Akuntabilitas
Dalam melakananakan UH saya harus disiplin, tidak mengulur-ulur waktu. Fungsi ulangan harian adalah mengetahui tingkat pemahaman siswa, apakah sudah paham atau belum dengan KD yang sudah di ajarkan.
  1. Komitmen mutu
Saya harus profesional dalam melaksnakannya, ketepatan soal dengan SK - KD harus sejalan.
  1. Anti korupsi
Saya akan melaksanakan UH dengan cermat dan teliti. Ssaya akan adil dan tidak menambah/mengurang nilai yang di dapat siswa/merekayasa nilai siswa
 Mamfaat/Kontribusi Kegiatan terhadap Pihakl lain/Visi Organisasi
Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik. Dengan melaksanakan penilaian saya akan dapat melihat perkembangan siswa dalan mencapai tujuan pelejaran yang telah diberikan




Kegiatan 6
:
 Menganalisis Hasil Ulang Harian
Tanggal
:

Daftar Lampiran
:
 
  1. Akuntabilitas Tujuan melaksanakan analisis adalah untuk mengetahui perkembangan pemahaman siswa terhadap materi yang belum dikuasasi.
  2. Dalam melaknakan analisis saya harus profesional dengan teknik teliti dan sungguh-sungguh.
  3. Saya akan jujur dengan tidak merekeyasa hasil analisis dan transparan dengan menyampaikan hasil analaisiis kepada siswa dengan cara menjelaskan hasil nalisisi ulangan tersebut.  .
Mamfaat/Kontribusi Kegiatan terhadap Pihakl lain/Visi Organisasi
Dengan menganalisis ulangan harian siswa, guru dapat melihat dan mengevaluasi perkembangan pemahaman sisiwa tentang KD yang sudah di ajarkan dan dapat mengambil tindakan berikutnya apakah perlu di ulang atau tidak materi yang sudah di ajarkan




Kegiatan 7
:
 Membuat perangkat pembelajaran
Tanggal
:

Daftar Lampiran
:
1 RPP, 1 Silbus, 1 Promes,1 Prota, Foto,vidio
1.      Akuntabilitas
Dalam membuat perangkat pembelajaran Saya akan bekerja dengan profesional, sesuai dengan peraturan pemerintah, dalam membuat perangkat saya menggunakan acuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini peraturan mentrti pendidikan.
2.      Etika publik
saya melakukan inovasi dalam membuat perangkat pembelajaran seperti mebuat variasi bentuk /susunan dari perangkat pembelajaran agar dokumetasi siswa dan aktifitas pembelajaran dapat terdata dengan baik.saya juga minta masukan dari kepala sekolah dan teman sejawat terutama yang lebih berpengalaman dalam membuat perangkat.
3.      Anti Korupsi
Hemat panfgka; laya malas pongko;, bodih merupak moto yang sya gunakan dalam membuat perangkat. Tuga iunimerupakan tugas pribadi saya maka peralatan yang dibutuhkan adalah saya sendirti yang memnanggungnya/membelinya , tidak di ambil dari kertas sekolah. Saya akan sederhana dengan teknik membuat perangkat pembelajaran sesederhana mungkin sehingga tidak  banyak mengahbiskan kertas.
 Mamfaat/Kontribusi Kegiatan terhadap Pihakl lain/Visi Organisasi
Dengan perangkat pembelajaran yang efektif dan efesien akan memudahkan guru merencanakan, mengatur dan merekap administrasi PBM  




Kegiatan 8
:
 Membimbing anak sholat berjamaah
Tanggal
:

Daftar Lampiran
:
  Foto, vidio
  1. Akuntabilitas
Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (PP 35 tahun 2010). Saya akan profesional dengan teknik membimbing siswa  dengan sabar dan ikhlas..   Semangat kebersamaan dan  tenggang rasa sehingga pekerjaan tersebut tidak melelahkan.
  1. Nasionalisme
Kegiatyan shilat berjamaah merupakan salah pelaksanaan pancasila sila pertama yaiut Ktuhanan Yang Maha ESa. Saya juga menekankan pada anak agar bersikap toleran pada kawan yang berlainan agama dan keyakinannya. Saya tekan pada anak bahwa tidak boleh memaksakan agama pada orang lain sebagaimana terdapat pada butir-butir P4 pada sila pertama angka 3 yaitu mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antar pemelik agama dan penganut kepercayaan berbeda-beda kepada Tuhan Yang Maha Esa
  1. Etika Publik
Saya akan laksanakan dengan disiplin dengan teknik tepat waktu dalam mengerjaknnya. Dalam membimbing anak sholat berjamaah bekerja sama dengan rekan kerja khususnya dengan guru agama. Dalam memberiakan bimbingan sholat berjamaah saya menyampaikan nasekat pada anak dengan senyum dan ramah
Mamfaat/Kontribusi Kegiatan terhadap Pihakl lain/Visi Organisasi
Salah satu tujuan pendidikan adalah menciptakan insan yang bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk menciptakan manusia bertaqwa tersebut, salah satu caranya Dadalah membiasakan melaknsanakan ibadah di sekolah. Dengan kebiasaan yang di tanamkan di sekolah akan tertanam dalam diri anak bahwa kita harus melaksanakan perintah agama. Kegiatan ini juga dalam rangka melaksanakan misi SD Negeri 14 Sungai Aur yaitu membentuk siswa agar taat menjalankan agamanya sesuai dengan visi dan misis SD Negeri 14 Sungai Aur .




Kegiatan 9
:
 Mengikuti seminar pendidikan
Tanggal
:
 26/09/2015
Daftar Lampiran
:
Surat undangan, Surat tugas  Kepsek, Kopi Sertifikat, Foto kegiatan
  1. Akuntabilitas
Skegiatan ini merupakan undangan dari DPD PEPABRI nomor B/003/K/DPD-SBR/IX/2015 dan rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat nomor 042/369 Dindik/2015 juga surat tugas dari Kepala Sekolah SD Negeri 14 Sungai Aur nomor 800/    /SDN 14 – 2015. dari Dalam melaksanakan seminar ini saya akan sungguh- sunguh mengukutinya  sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia. Setelah mendapat surat tugas saya pergi lebih awal dan datang sebe;lum acara dumulai kemudian saya mecari temapt duduk yang di depan agar lebih fokus menyimak penjelasan nara sumber.
  1. Nasionalisme
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dapat menambah pengetahuan kita terhadap Undang-Undang nomor 39 tahun 1999 tentang HAM. Salah satu contoh warag negara yang baik adalah memehami dan melaksnakan undang-undang dan  peraturan pemerintah. UUD 1945 pasal 1 ayat 3 berbunyi nahwa Negara Indonesia adalah negara hukum. Untuk melaknakan hukum tersebut kita harus mengathui dan mengenal peraturan perundang-undangn yang berlaku. Kegiatan ini merupakan wadah bagi gugru untuk mengenal lebih dalam tentang hukum khususnya tentang HAM sehingga dalam melaksanakan tugasnya guru tidak melakukan pelanggaran HAM
  1. Eika Publik
Saya akan menghormati teman-tema peserta seminar tanpa membedakan dari mana asal/ membedakan sara. Dalam seminar saya akan menghormati narasumber dan peserta lainnya.
  1. Anti korupsi
Saya akan jujur kepada atasan dengan tidak  meminta uang tambahan selain jumlah yang harus di tentukan oleh panitia. Adapun biaya kontribusi yang telah di tetapkan oleh panitia adalah Rp. 150.000 per peserta.
Mamfaat/Kontribusi Kegiatan terhadap Pihakl lain/Visi Organisasi
Kegiatan ini merupakan pelaksanaan dari salah satu fungsi ASN menurut Undang-Undang Nonor 5 Tahun 2014. Salah satu fungsi ASN adalah melaksanakan kebijakan publik. Seminar ini bertujuan menambah wawasan guru tentang HAM dan payung hukum yang dapat ditempuhnya jika dalam melaksanakan tugasnya ada yang menuntut. Kegiatan ini juga mengingatkan guru agar dalam mengajar tidak main tangan kepada siswa karena hal tersebut dapat dituntut oleh orang tua. Dengan mengikuti seminar ini guru dapat menambah pengetahuannya tentang hukum dan HAM sehingga dalam melaksanakan tugasnya guru lebih berhati-hati. Seminar ini juga melaksanakan visi SD Negeri 14 Sungai Aur yaitu Menumbuhkembangkan rasa cinta pada bangsa dan negara serta mengembangkan kompetensi guru.




4