| icad dan eja |
Cari Blog Ini
Rabu, 05 September 2012
Rabu, 01 Agustus 2012
KENIKMATAN ORANG YANG BERPUASA
orang yang melaksanakan puasa dengan sunggug-sungguh, pasti akan merasakan kenikmatan yang luar biasa. kenikmatan tersebut didapat karena Dia mengerjakan ibadah yang penuh dengan tantangan dan rintangan haus dan lapar. Kenikmatan itu datang dari Sang Kreator Alam, Allah SWT.
kenikmatan orang yang berpuasa tidak sama dengan kenikmatan orang yang pergi berekreasi, kenikmatan orang yang berpuasa merupakan kenikmatan SPRITUAL. Kenikmatan itu datang merupakan anugrah Allah, swt. karena dia telah menjalankan puasa. dan nilai puasa itu hanya dapat diketahui oleh dirinya sendiri dan Allah, swt.
salah satu nikmat yang dirasakana oleh yang berpuaa adalah ketiaka saat berbuka.
kenikmatan itu hanya dapat dirasakan oleh orang yang betul-betul melaksanakan ibadah puasa dengan sungguh-sunggu. sesuai dengan hadist nabi Muhammad SAW. Barang siapa yang berpuasa DI BULAN RAMADHAN, dengan Iman dan Perhitungan ALLAH akan menghapuskan dosa-dosanya yang telah berlalu. kenikamatn itu karena janji allah yang kan mengahpuskan dosa-dosanya.
semoga kita adalah orang yang nerpuasa yang betul-betul berpusa dan sungguh-sunggu serta ikhlas, sehingga kita dapat merasakan kenikmatan spritual di bulan Ramadhan ini. aminnnn
kenikmatan orang yang berpuasa tidak sama dengan kenikmatan orang yang pergi berekreasi, kenikmatan orang yang berpuasa merupakan kenikmatan SPRITUAL. Kenikmatan itu datang merupakan anugrah Allah, swt. karena dia telah menjalankan puasa. dan nilai puasa itu hanya dapat diketahui oleh dirinya sendiri dan Allah, swt.
salah satu nikmat yang dirasakana oleh yang berpuaa adalah ketiaka saat berbuka.
kenikmatan itu hanya dapat dirasakan oleh orang yang betul-betul melaksanakan ibadah puasa dengan sungguh-sunggu. sesuai dengan hadist nabi Muhammad SAW. Barang siapa yang berpuasa DI BULAN RAMADHAN, dengan Iman dan Perhitungan ALLAH akan menghapuskan dosa-dosanya yang telah berlalu. kenikamatn itu karena janji allah yang kan mengahpuskan dosa-dosanya.
semoga kita adalah orang yang nerpuasa yang betul-betul berpusa dan sungguh-sunggu serta ikhlas, sehingga kita dapat merasakan kenikmatan spritual di bulan Ramadhan ini. aminnnn
Sabtu, 28 Juli 2012
UNTUK SAUDARI-SAUDARi KU
Saudari ku,... ulisan ini hanaylah sebagai pelepas sembili di dalam hati ku...
Telah banyak aku menyaksikan, betapa banyak nya korban dari kaum Hawa...Mereka korban laki-laki yang tidak bertanggung jawab. setelah seorang pacarnya di hamili, lalau di peergi dan tidak bertanggung jawab. kemudian seorang Hawa tersebyt stres. berbagai rekasi Dia lakukan diantaranya : coba meinum obat yang banyak agar keguguran, bahkan ada yang sampai bunuh diri..nauzubillah Minzalik.
Sekedar hanya mengingtakan, hati-hati kalian, bagi Kalian yang belum Kena dampak Pergaulan Bebas. meniru budaya orang Barat. untuk itu ada beberapa Tips yang mungkin dapat kalian lakukan diantaranya sebagai berikut :
Telah banyak aku menyaksikan, betapa banyak nya korban dari kaum Hawa...Mereka korban laki-laki yang tidak bertanggung jawab. setelah seorang pacarnya di hamili, lalau di peergi dan tidak bertanggung jawab. kemudian seorang Hawa tersebyt stres. berbagai rekasi Dia lakukan diantaranya : coba meinum obat yang banyak agar keguguran, bahkan ada yang sampai bunuh diri..nauzubillah Minzalik.
Sekedar hanya mengingtakan, hati-hati kalian, bagi Kalian yang belum Kena dampak Pergaulan Bebas. meniru budaya orang Barat. untuk itu ada beberapa Tips yang mungkin dapat kalian lakukan diantaranya sebagai berikut :
- Harga diri kalian harus kalian pertahankan. jangan menjual harga diri dengan rayuan dan gombalan laki-laki dengan kata-kata yang manis.
- Perkuat keyakinana kepada Allah, Ingat firman Allah. Wanita yang baik adalah untuk Laki-laki yang baik.
- Kalau laki-laki benar mencintai kalian, dia tidak akan pernah mengambil "Sari Madu "kalian sebelum datang waktunya ( setelah Ijab Kabul)
- Tutuplah aurat kaliam, dan aurat itu ada dua, yaitu Aurat Lahir yaitu pakaian yang menutupi badan kecuali yang boleh tampak. yang kedua Aurat Batin, yaitu Iman dan taqwa kalian kepada Allah. Ketaqwaanlah yang dapat menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat.
Kamis, 26 Juli 2012
HIKMAH PUASA
Banyak sekali hikmah yang terdapat dalam puasa, dari sekian banyak hikmah tersebut, penulis hanya menuliskan beberapa hikmah diantaranya adalah :
1. mendidik jiwa untuk selalu jujur
2. membnagun jiwa menjadi orang yang dermawan
3. membentuk jiwa menjadi orang yang bertaqwa
4. mendidik jiwa menjadi orang yang mempunyai sifat EMPATI yanag tinggi, orang yang berpusa akan mampu merasakan penderitaan orang yang kelaparan, orang yang tidak punya apa-apa, hidup dalam kemiskinan.
DEMIKIAN HIKMAH PUASA YANG DAPAT SAYA TULISKAN. TERIMA KASIH...
1. mendidik jiwa untuk selalu jujur
2. membnagun jiwa menjadi orang yang dermawan
3. membentuk jiwa menjadi orang yang bertaqwa
4. mendidik jiwa menjadi orang yang mempunyai sifat EMPATI yanag tinggi, orang yang berpusa akan mampu merasakan penderitaan orang yang kelaparan, orang yang tidak punya apa-apa, hidup dalam kemiskinan.
DEMIKIAN HIKMAH PUASA YANG DAPAT SAYA TULISKAN. TERIMA KASIH...
PUASA MENDIDIK MENJADI ORANG YANG JUJUR
Puasa merupakan ibadah yang membentuk insan yang jujur. orang yang berpuasa selalu merasa dalam pengawawan Allah. SWT. dengan demikian orang yang berpuasa jiwanya akan terdidik menjadi orang yang jujur. maka berpuasalah....sebagai mana yang telah diperintahkan oleh Allah dalan Alquran surat Albaqaroh ayat 183 yang artinya hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaiamana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.
Senin, 12 Desember 2011
KETIDAK ADILAN DALAM KEBIJAKAN PENDIDIKAN ( Part 2 ) Oleh : Suyandi Saputra
Disamping persoalan tentang ketidakadilan yang terdapat pada guru honor, masih ada persoalan lain yang dilihat tidak adil dalam sisitim pendidikan kita. Persoalan yang senantiasa menjadi sorotan dalam dunia pendidikan masih saja seputar kualitas output (lulusan) yang ditandai dengan rendahnya standar nilai ujian akhir nasional yang ditetapkan pemerintah. Rendahnya standar yang ditetapkan pemerintah ini secara tidak langsung menggambarkan harapan kita terhadap kualitas lulusan yang rendah pula. Namun demikian di sisi lain ternyata bahwa, sebagian besar para praktisi pendidikan di lapangan sangat "resah" dengan adanya aturan penetapan standar kelulusan siswa tersebut, mengingat kualitas prosesnya yang masih belum dapat menjamin pencapaian angka standar.
Standar 4,0 memang suatu angka yang relatif sangat rendah untuk dapat diterima sebagai suatu gambaran terhadap kualitas hasil dari proses pendidikan yang kita harapkan. Namun demikianlah realitas yang ada. Sementara bagi sebagian besar pihak praktisi di lapangan yang sangat memahami kualitas proses yang dilakukan menganggap itu (baca; 4,0) sebagai standar yang sangat tinggi untuk dapat dicapai oleh para siswanya.
Padahal menurut asumsi saya bahwa, standar 4,0 yang diatur oleh pemerintah tidak didasarkan atas target mutu hasil yang dicita-citakan. Akan tetapi lebih merupakan hasil penyesuaian terhadap kenyataan di lapangan. Dan Penetapan angka 4,0 ini tidak dapat memberikan cukup energi bagi para praktisi untuk memacu kinerja dan meningkatkan kualitas proses pendidikan. Apalagi untuk mencapai standar tersebut masih mentolerir adanya kebijaksanaan untuk merekayasa proses pelaksanaan ujian oleh pengawas ujian dan rekayasa pemberian nilai oleh panitia ujian/guru. Sehingga kita tidak pernah benar-benar dapat memperoleh gambaran tentang mutu hasil dari proses pendidikan yang kita lakukan.
Meski demikian ada juga sebagian kecil sekolah yang dapat melampaui standar yang ditetapkan pemerintah dengan mudah. Hal ini menggambarkan adanya disparitas mutu pendidikan, dan kenyataannya memang disparitas yang terjadi cukup tajam. Ketika misalnya kita mencoba membandingkan antara sekolah negeri dengan swasta, kemudian antara sekolah yang berada di bawah lingkungan Departemen Pendidikan Nasional dengan yang berada di bawah Departemen Agama, maka terlihat dengan jelas terjadi perbedaan yang sangat tajam dari aspek kulitas proses dan kualitas hasil. Contoh yang lebih kongkrit misalnya antara SMU Negeri 1 Mataram dengan SMU Muhammadiyah Masbagaik (antara negeri dan swasta), terjadi disparitas mutu hasil dan mutu proses yang sangat tajam. Contoh lain misalnya, antara SMU 1 Selong dengan Madrasah Aliyah NW Lendang Nangka (antara Lembaga pendidikan dibawah Depdiknas/negeri dengan Depag/swasta) nampak terjadi hal (disparitas) yang sama tajam.
Meski demikian ada juga sebagian kecil sekolah yang dapat melampaui standar yang ditetapkan pemerintah dengan mudah. Hal ini menggambarkan adanya disparitas mutu pendidikan, dan kenyataannya memang disparitas yang terjadi cukup tajam. Ketika misalnya kita mencoba membandingkan antara sekolah negeri dengan swasta, kemudian antara sekolah yang berada di bawah lingkungan Departemen Pendidikan Nasional dengan yang berada di bawah Departemen Agama, maka terlihat dengan jelas terjadi perbedaan yang sangat tajam dari aspek kulitas proses dan kualitas hasil. Contoh yang lebih kongkrit misalnya antara SMU Negeri 1 Mataram dengan SMU Muhammadiyah Masbagaik (antara negeri dan swasta), terjadi disparitas mutu hasil dan mutu proses yang sangat tajam. Contoh lain misalnya, antara SMU 1 Selong dengan Madrasah Aliyah NW Lendang Nangka (antara Lembaga pendidikan dibawah Depdiknas/negeri dengan Depag/swasta) nampak terjadi hal (disparitas) yang sama tajam.
Persoalan disparitas dalam aspek kualitas proses dan kualitas hasil pendidikan ini, disamping faktor-faktor yang lain, sedikit banyak juga dipengaruhi oleh ketidak adilan pemerintah dalam menerapkan kebijakan bidang pendidikan. Hal ini (ketidak adilan dalam penerapan kebijakan bidang pendidikan), sangat dirasakan terutama oleh lembaga pendidikan swasta (private education) misalnya dalam distribusi bantuan anggaran biaya operasional pendidikan, distribusi bantuan tenaga kependidikan (guru) ke sekolah-sekolah, distribusi bantuan baik yang berbentuk pengadaan sarana-prasarana dan fasilitas pendidikan, distribusi pemberian beasiswa, distribusi peluang dan kesempatan mengakses informasi tentang pendidikan, dsb.
Persoalan ketidak adilan pemerintah ini bahkan juga dirasakan sangat jelas oleh para guru terutama oleh mereka yang berada di sekolah-sekolah swasta, misalnya dalam mengakses peluang dan kesempatan bahkan informasi untuk membina dan meningkatkan karir profesi keguruan. Demikian juga lembaga pendidikan swasta selama ini sering menjadi obyek pungli bagi oknum pejabat dan pengawas pendidikan.
Di sisi lain pada sekolah-sekolah negeri, pemerintah hampir memberikan seluruh biaya operasional, berbagai jenis bantuan sarana dan fasilitas, tenaga guru, dan bahkan akses informasi lebih besar dibandingkan dengan sekolah-sekolah swasta. Meski demikian masih banyak sekolah negeri yang memungut "uang iuran pendidikan" (atau dengan istilah yang lain) yang cukup besar, dan bahkan lebih besar dari lembaga pendidikan swasta. Hal ini semakin menambah beban orang tua, sehingga banyak yang mengeluhkan semakin tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh pendidikan pada lembaga pendidikan negeri.
KETIDAK ADILAN DALAM KEBIJAKAN PENDIDIKAN ( Part 1 ) Oleh : Suyandi Saputra
Pagi itu kepala sekolah memanggil,guru-gurunya untuk mengadakan rapat singkat. Agenda rapat adalah tentang gaji guru honor. Pak kepala sekolah memeulai rapat dengan ucapan salam dan pembukaan sebagaimana biasasanya. “ Baiklah, Bapak dan Ibu guru, agenda kita pada hari ini adalah penetapan gaji guru honor. Setelah kami mengikuti sosoialisasi tentang penggunaan dana bos kemarin, kami mendapatkan masukan bahwa gaji honor nampaknya harus kita turunkan. Bahkan kata Bapak pemateri kemaren, kalau bisa gaji garu honor Rp. 50.000 saja.
Mendengar berita dari kepala sekolah tadi serentak guru-guru honor saling berpadangan samabil menatap mata kawan-kawan yang lain sesama guru honorer, seolah olah mereka mendengarkan mimpi dan ketidak patutan seorang yang kerjanya mencerdaskan anak bangsa anehnya di gaji dengan Rp. 50.000 perbulan. Itulah kenyataan nya yang terjadi. Nasib guru honor tergantung dengan dana Bos. Guru honor hanya di gaji Rp. 200.000 perbulan sementara pekerjaan dan tugas yang dibebanakan sama dengan guru yang PNS.
Kalau kita lihat gaji yang diterima guru PNS disamping gaji pokok, di tambah Tunjangan daerah, ditambah sertifikasi dan tambahan pengahasilan. Sementara guru honor apa yang terjadi? Mereka hanya mendapatkan Rp.. 200.000 perbulan dan diterima satu kali dalam 3 bulan. Bahkan ada sebuah sekolah karena ada permasalahan, dana Bos diambil satu kali dalam 1 tahun. Sementara tugas yang diemban oleh guru honor sama dengan guru PNS. Itulah kondisi ril di lapangan tentang guru honor yang ada sekolah kita.
Uang yang masuk ke sekolah tidak lah sedikit. Diantaraya ada Dana Operasi Pendidikan ( DOP ) dan Dana Bantuan Opersaioanal Sekolah ( BOS ). Dana yang banyak tersebut seharusnya berbanding lurus semakin meningkatnya mutu dan hasil sekolah. Akan tetatpi kenyataannya dana yang sudah ada tidak berbanding lurus dengan kualitas pendidikan. Bahkan ada indikasi penyimpangan dana bantuan tersebut. Banyak terjadi rekayasa dalam laporan pertanggung jawaban dana. Sisisa dana digunakan oknum pimpinan yang berkuasa untuk kepentingan pribadi. Sementata guru honor hanya di gaji Rp. 200.000 saja. Seharusnya pemerintah berfikir untuk menggunakan dana yang ada ( DOP adan BOS ) untuk setidaknya menaikkan gaji guru honor sama dengan OMR.
Langganan:
Postingan (Atom)